Berikut adalah 11 asumsi untuk model SEIR (Susceptible-Exposed-Infectious-Recovered) yang digunakan untuk memodelkan penyebaran penyakit dalam suatu populasi:

  1. Setiap individu yang baru lahir diasumsikan sehat dan memiliki kemungkinan untuk terpapar atau terinfeksi penyakit.
  2. Vaksin hanya dapat diberikan kepada individu yang belum pernah terpapar atau terinfeksi penyakit.
  3. Vaksin diberikan sekali seumur hidup, umumnya diberikan kepada bayi di bawah usia 2 bulan.
  4. Individu yang telah divaksinasi masih dapat terpapar atau terinfeksi penyakit dan masuk ke dalam kelompok rentan (susceptible).
  5. Individu rentan yang terpapar penyakit akan masuk ke dalam kelompok "exposed" (laten) sebelum menjadi infeksius.
  6. Jumlah interaksi individu infeksius diasumsikan meningkat lebih lambat daripada peningkatan total populasi, karena terbatasnya kontak dalam suatu populasi tertutup.
  7. Kelompok individu infeksius dapat memiliki tiga tingkatan infeksi, tergantung pada keparahan atau tahap perkembangan penyakit.
  8. Jumlah individu infeksius tingkat tiga diasumsikan selalu lebih rendah daripada individu infeksius tingkat dua.
  9. Jumlah individu infeksius tingkat dua diasumsikan selalu lebih rendah daripada individu infeksius tingkat satu.
  10. Individu yang terinfeksi dapat sembuh atau meninggal akibat penyakit. Namun, kesembuhan tidak bersifat permanen, dan individu yang sembuh dapat kembali rentan untuk terinfeksi ulang.
  11. Populasi bersifat tertutup, yang berarti bahwa pertambahan atau pengurangan populasi hanya terjadi melalui kelahiran dan kematian, sedangkan migrasi masuk atau keluar diabaikan.

Asumsi-asumsi ini digunakan untuk menyederhanakan model SEIR sehingga dapat menggambarkan dinamika penyebaran penyakit dalam populasi tertutup dengan faktor kelahiran, vaksinasi, paparan, dan tingkatan infeksi, serta pemulihan yang tidak bersifat permanen.